Daily Bread (7 Juni 2017 11:44 AM +8)

Banyak hal dan ucapan syukur yang saya panjatkan kepada Tuhan hari ini karena kemahakuasaannya yang nyata atas pekerjaan dan kehidupan saya hari-hari. Sudahkah anda bersyukur hari ini?

33754-bible1200-800w-tn.jpg

Renungan Hari Ini : Kejadian 2

Kej 2:1-2  Mengingatkan saya bahwa bekerja butuh istirahat juga. Ada waktu menanam, ada waktu menuai, dan ada waktu untuk relax. Kadang manusia suka ekstrim. Ekstrim kerja keras atau ekstrim malas. Wah, semoga kita bukan salah 1 nya yaa.

Saya selalu suka hari Minggu dari kecil, selain banyak cartoon, libur sekolah dan bertemu teman-teman di Sekolah Minggu, guru Sekolah Minggu selalu mengajarkan bahwa hari minggu hari kudus yang penuh berkat. Semoga saya juga tetap semangat menyongsong hari Minggu bukan sebagai hari libur, tapi hari penuh berkat!

Di ayat ke 8-14, perikop “Manusia dan Taman Eden” membuat saya terkagum akan kebaikan Tuhan. Apa yang kurang dari Taman Eden? Makanan, minuman, emas, batu-batu mahal juga ada di situ. Terpujilah Tuhan yang selalu ada dan peduli atas kehidupan kita.

Tujuan Adam juga jelas tertulis di ayat ke15 yaitu “untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”, yang jelas bersinergi dengan renungan di Kejadian 1 yaitu “penuhilah bumi dan taklukanlah itu”. Tujuan itu masih dibebankan ke kita hingga sekarang. Mengusahakan selakigus memelihara. Seberapa banyak kita mengusahakan saja tanpa memelihara? #renunganhariini

Saya selalu merasa Tuhan itu sangat sistematis kerjanya sehingga ia membuat peraturan dengan berkat/hukuman. Sama seperti Adam yaitu jangan memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat atau kamu akan mati (Kej 2:16-17).

Tuhan kita juga Tuhan yang perhatian (Kej 2:18&20) sehingga Tuhan memberikan Hawa (perempuan) untuk Adam. Fungsi tugas Hawa adalah “penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”. Kata kuncinya adalah penolong yang sepadan. Sudahkah kita menjadi penolong untuk ‘Adam’ kita? #renunganhariini

Tugas pertama Adam juga jelas di tulis di ayat ke 19-20 yaitu memberi nama segala ternak. Tugas yang tidak gampang sehingga bisa di tarik kesimpulan Tuhan memberikan Adam hikmat luar biasa sehingga tidak ada 1 pun binatang yang namanya sama. Bisa memikirkan nama binatang sebegitu banyaknya juga adalah hal yang luar biasa kalo menurut saya. Terpujilah nama Tuhan!

Proses pembuatan Hawa dimulai ketika Allah mengambil tulang rusuk Adam saat ia tidur, membuat saya berfikir bahwa Allah benar-benar menginginkan pasangan pernikahan yang menjadi 1 dalam Tuhan. Pada ayat ke 23 di tekankan kembali oleh Adam mengenai hal ini. Benar kata Alkitab bahwa membangun rumah tangga setelah pemberkatan nikah bukan hal yang mudah karena bukan lagi 2, melainkan 1 dalam Kristus.

.W.

Advertisements

Daily Bread (6 June 2017 10:33AM +8)

Shallom dan Selamat Pagi!

Saya mencoba untuk kembali membaca ulang Alkitab dari Kejadian-Wahyu. Tahu bahwa ini bukan perkara mudah karena kesibukan di kantor, di rumah dan aktivitas sehari-hari lainnya. Namun, saya percaya bahwa selalu ada waktu untuk Tuhan. Sama seperti selalu ada waktu Tuhan menolong kita, mendengar semua keluh kesah kita dan lainnya.

Untuk itu, setiap pagi dan malam saya berusaha tetap update renungan saya di sini. Supaya menjadi pengingat untuk saya melangkah dan tekun mengikut Tuhan sampai pada kesudahannya.

Bible-verses-new-years

Renungan hari ini : Kejadian 1

Kej 1:1  Mengingatkan kita bahwa Allah tetap harus menjadi pusat hidup kita karena Dia adalah Allah maha kuasa dan yang mencipta (Kej 1:2)

Kalimat “Jadilah terang.” mengingatkan saya pada perintah Yesus. Jika di Kej 1:3, Allah berfirman seperti itu dan terang itu jadi, apakah kita sekarang telah menjadi terang? #renunganhariini

Lanjut dari Kej 1:4, “dipisahkanNyalah terang itu dari gelap” menunjukan bahwa kita harus ‘berbeda’. Di Amsal, Raja Salomo beberapa kali mengingatkan supaya kita jangan duduk di kalangan orang berdosa supaya tetap lurus jalan kita.

Kej 1:5  Membuat saya bersyukur pagi ini karena masih bisa bernafas, memuji Tuhan, membaca Alkitab dan menulis renungan ini 🙂

Pada ayat-ayat selanjutnya dari Kej 1:6-8 bercerita tentang Tuhan menjadikan Cakrawala. Seberapa banyak dari kita kagum pada keindahan alam tapi justru biasa saja dengan penciptanya? #renunganhariini

Kej 1:9-10  Menceritakan Tuhan membuat daratan dan lautan, ayat 11-12 Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan dan ayat 14-17 Tuhan menciptakan benda-benda penerang di bumi.

Kej 1:20-21 Tuhan menciptakan binatang di laut dan udara lalu memberkatinya (Kej 1:22). Jujur ini membuat saya kagum karena bintang saja Tuhan berkati, terlebih kita sebagai manusia yang merupakan mahluk yang serupa dan segambar dengan Allah. Ini membuat saya semakin bersyukur atas kebaikan dan kedasyatan Tuhan dalam hidup saya.

Hari keenam Tuhan menciptakan binatang di daratan (Kej 1:24-25) dan “manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kej 1:26). Penekanan ini kembali di ulang di ayat 27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya”. Namun, seberapa mirip sekarang kita dengan Tuhan Allah yang menciptakan kita? #renunganhariini

Tujuan Allah menciptakan manusia sudah tergambar jelas pada ayat 26 yaitu “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Itu berarti kita sebagai manusia memiliki power/kekuatan yang luar biasa yang diberikan Allah kepada kita. Kita memiliki kuasa sehingga posisi kita lebih tinggi dari pada binatang dan segala ciptaan Tuhan. Ini juga diperjelas di ayat 28 dengan kata “taklukanlah itu, berkuasalah atas—“.

Tuhan juga menciptakan pasangan (mereka:pada ayat 27) itu sebagai 1 set yaitu laki-laki dan perempuan. Serta memberi mandat (ayat 28) “Beranakcuculah dan bertambah banyak” supaya “penuhilah bumi” (1). Tujuan ini juga sering disalah artikan oleh banyak pihak. Saya percaya kualitas sebuah keluarga lebih penting dari pada kuantitas jumlah anggota keluarga. Jika tidak, Amsal tidak menekankan bagaimana caranya mendidik anak, menjadi istri dan orang tua yang bijak. Saya percaya maksud dari ayat ini yaitu penuhilah bumi dengan kasih Allah sebagai perpanjangan Tuhan kepada sekitar kita.

Kej 1:29-30 membuat saya paham tentang keadilan Tuhan.

Bisa di lihat dari ayat 1-27, Tuhan mempersiapkan segala fasilitas untuk manusia, mulai dari terang, cakrawala hingga binatang yang akan di taklukan oleh manusia itu. Saya kagum dengan perencanaan dan cara kerja Tuhan yang sistematis dan runtut. Semua rapi dan terstruktur. Setelah ini-itu lalu ini dan itu. Wow! Pakar management mana yang bisa membuat runtutan cara kerja sehebat Tuhan kita?

Ini membuat saya kembali di ingatkan untuk bekerja dengan rapi, detail dan sistematis. Berpikir lebih kritis dan dalam untuk segala keputusan dan rencana kedepan.

Semoga apa yang saya renungkan bisa dapat memberkati kita semua. Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati 🙂

 

.W.